Takalar – Garudahitam.co – Jika kita melihat saat ini begitu hebatnya para pelaku kejahatan yang seakan – akan tidak takut terhadap penegak hukum dalam hal ini adalah kepolisan.
Dimana sangat jelas diduga pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar terang – terangan melakukan transaksi pengambilan solar di SPBU dengan menggunakan jerigen lalu mengangkut ke atas mobilnya tuk di perdagangan kan atau di perkirakan belikan masyarakat khusus nelayan serta petani.
Dan bahkan konon kabarnya para pelaku yang nota bene yakni pedagang/pengusaha ataukah masyarakat bantaeng bekerjasama oleh para pelaku ( Mafia solar ) di luar kabupaten dengan ke untungan yang cukup fantastis mencapai 30 – 50 ribu rupiah per jeriken tujuan di bawa ke industri/perusahaan swasta yang kabarnya di bawa ke Morowali.
Adapun dugaan modus dari pada para pelaku kejahatan tersebut atau mafia – mafia itu adalah rekomendasi dari lurah/Desa dan Dinas Perikan dengan mengatas nama kan untuk peruntukan masyarakat nelayan dan petani, lalu kemudian para mafia tadi datang membawa rekomendasi itu ke SPBU tuk didaftar atau mendapatkan barkotde, selanjutnya pengisian jeriken terjadi.
Setelah itu para mafia tadi mengangkut jerigen yang berisi solar subsidi ke tempat penampungan mereka, sembari menunggu sampai kotanya cukup tuk di bawa keluar daerah misalnya ke Morowali menggunakan mobil tangki yang diduga milik salah satu pengusaha ternama berinisial DK dan juga pemilik mobil tangki lainnya kuat dugaan di kabarkan memiliki jabatan khusus di institusi kepolisian Polda Sulsel berinisial RNL.
Di salah satu tempat di duga bagaian dari mafia BBM jenis solar subsidi membenarkan, bahwa betul dan benar adanya informasi itu sebeb saya yang di percayakan oleh pak big bos atau pemilik mobil tangki tersebut mengawal serta menjaga keamanan mobil maupun barang itu sampai proses pengangkutan ke tujuan.” ucap salah satu oknum mafia solar yang diduga menyandang profesi jurnalis berinisial H
Lanjut, H dengan Gaga Bernai serta tegas dan percaya diri jujur saya itu tidak pernah tau mengenai rekomendasi maupun berhubungan dengan pihak SPBU tuk mengambil solar subsidi, yang
“Saya tau cuma pelangsir maupun pengumpul ( Pedang solar ) yang sudah bekerja sama dengan pak big bos, tapi saya pun tidak sombong dan jadi masalah kalau memang ada orang maupun teman – teman yang mengambil posisi saya silahkan jelasnya orang itu bisa berkomunikasi oleh pihak – pihak berwenang.
Dan juga mampu mengamankan serta menjaga keselamatan sopir atau mobil yang sedang mengambil solar di tempat penampungan sampai ke tujuan tersebut,”. ucapnya
Dibaca: 87
Saat ini belum ada komentar