Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim Gelar Reses di Kampus, Jaring Aspirasi Mahasiswa
- account_circle Mustafa Mustafa
- calendar_month Sen, 20 Okt 2025
- visibility 100
- comment 0 komentar

Samarinda – Garudahitam.co – Ratusan mahasiswa dan civitas akademika STMIK Widya Cipta Dharma berkesempatan bertemu langsung dengan anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kegiatan reses yang digelar, di Gedung Serbaguna Lantai 2, Kampus Wicida, Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendengar aspirasi mahasiswa terkait pendidikan, (Civitas akademika), lapangan kerja, serta kebijakan daerah, sekaligus menampung masukan tentang program pemerintah, termasuk Beasiswa Gratispol yang diluncurkan Gubernur Kaltim.
Sapto Setyo Pramono, anggota DPRD Kaltim sekaligus Wakil Ketua Komisi II, menjelaskan bahwa kunjungan ke kampus merupakan bagian dari program reses rutin untuk mendekatkan legislator dengan masyarakat, termasuk kalangan Civitas Akademisi.
“Kampus adalah tempat lahirnya pemikiran kritis dan inovatif. Kami ingin mendengar langsung harapan mahasiswa,” ujarnya.
Dalam kegiatan dialog interaktif, mahasiswa akan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait kualitas fasilitas pendidikan dan dukungan pemerintah untuk riset serta inovasi. Namun, karena materi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim cukup panjang, dialog hanya memungkinkan dua pertanyaan dari peserta.
Sapto menekankan bahwa masukan mahasiswa akan menjadi pertimbangan DPRD Kaltim dalam menyusun program kerja, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan database pemerintah sebagai dasar perencanaan program pembangunan.
Kegiatan reses ini juga dihadiri Abdul Qayyim Rasyid, Ketua Divisi Teknis KPU Kaltim, yang memaparkan rencana penerapan E-Voting dalam pemilu mendatang. Sistem ini memungkinkan masyarakat memberikan suara secara elektronik melalui aplikasi atau perangkat resmi KPU.
“E-Voting diharapkan meningkatkan efisiensi proses pemilu, meminimalkan kesalahan manual, dan mempercepat rekapitulasi suara,” kata Abdul Qayyim. Ia menambahkan bahwa penerapan sistem digital ini menuntut keamanan data, kerahasiaan pemilih, dan transparansi, sehingga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terjaga.
Kegiatan reses dan paparan KPU menjadi momen penting untuk melihat kesiapan teknologi, regulasi, dan literasi digital masyarakat Indonesia dalam menyongsong inovasi demokrasi berbasis digital pada pemulu yang akan datang.
- Penulis: Mustafa Mustafa
- Editor: KangMus
- Sumber: Pajar p

Saat ini belum ada komentar